2.1 KONDISI UMUM
Kelurahan Pondok Rajeg adalah bagian dari wilayah Kecamatan Cibinong yang ada di Kabupaten Bogor yang secara geografis relatif dekat dengan Kota Depok dan Jakarta. Letaknya yang sangat strategis itu menyebabkan Kelurahana ini menjadi salah satu pilihan utama pembangunan kompleks-kompleks perumahan, terutama untuk tipe rumah sederhana, bagi warga masyarakat yang bekerja di Depok dan Jakarta. Hingga saat ini ada ada 10 buah perumahan yang cukup besar di Kelurahan Pondok Rajeg yaitu Perumahan LIPI, Pondok Widyatama Indah, Pondok Rajeg Asri, Puri Mas Perdana, Permata Pondok Rajeg, Griya Asri Mandiri, Bumi Cakra, Persada Alam, Greenery Jamaica dan Puri Kencana. Kehadiran 10 buah perumahan itu menyebabkan meningkatnya proporsi penduduk pendatang. Saat ini diperkirakan lebih dari 20% penduduk Kelurahan Pondok Rajeg adalah pendatang.[1] Adanya pendatang ini juga mempengaruhi karakteristik masyarakat yang awalnya memiliki ciri-ciri rural bila dilihat dari mata pencahariannya menjadi masyarakat yang berkarakter campuran rural dan urban.
Perbedaan antara penduduk asli dan pendatang yang salah satu diantaranya tampak dalam mata pencaharian dan tingkat pendapatan di satu sisi memang menjadi masalah karena menimbulkan kecemburuan sosial, namun di sisi lain merupakan potensi untuk mendorong upaya bersama dalam penanggulangan kemiskinan
2.2 . KONDISI FISIK
a. Luas Wilayah Dan Batas Administrasi
Kelurahan Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat memiliki luas wilayah 200,75 Ha dengan ketinggian 150 meter DPL dan beriklim tropis. Posisi Kelurahan Pondok Rajeg secara Administratif dibatasi oleh:
- Batas sebelah Utara
|
: Kelurahan Kalimulya |
- Batas sebelaSelatan
|
: Kelurahan Tengah |
- Batas sebelah Barat
|
: Kelurahan Pondok Jaya |
- Batas Sebelah Timur
|
: Kelurahan Harapan Jay |
b. Bentuk Wilayah
Kelurahan Pondok Rajeg memiliki bentuk wilayah datar dan berbukit. Kelurahan Pondok Rajeg memiliki 44 RT, 11 RW.
c. Jarak Pusat pemerintahan Kelurahan Pondok Rajeg
Jarak dengan Kecamatan : 6 Km
Jarak dengan Ibukota Kabupaten : 3 Km
Jarak dengan Ibukota Propinsi : 150 Km
Jarak dengan Ibukota Negara : 40 Km
d. Tata Guna Lahan
Tabel 2.1
Penggunaan Lahan di Kelurahan Pondok Rajeg
|
No
|
Penggunaan Lahan
|
Luas (Ha)
|
|
1.
|
Pemukiman Perumahan *) |
150,25
|
|
2.
|
Empang |
17,50
|
|
3.
|
Sarana Olah Raga |
15
|
|
4.
|
Pekuburan |
30,67
|
*) Data hasil proyeksi
2.1 KEPENDUDUKAN
1. Peta kependudukan Kelurahan Pondok Rajeg
Tabel 2.2
Karakteristik Penduduk di Kelurahan Pondok Rajeg
|
No
|
Punduduk
|
Jumlah (jiwa)
|
|
1.
|
Jumlah Penduduk |
11.577
|
|
2.
|
Jumlah Penduduk laki- laki |
5.882
|
|
3.
|
Jumlah Penduduk Perempuan |
5.695
|
|
4.
|
Jumlah KK |
3.238 KK
|
|
5.
|
Jumlah Warga Negara Asing |
-
|
|
6.
|
Jumlah Penduduk Beragama Islam |
11.003
|
|
7.
|
Jumlah Penduduk Beragama Kristen Protestan – Katholik |
172
|
|
8.
|
Jumlah Penduduk Beragama Kristen Hindu |
42
|
|
9.
|
Jumlah Penduduk Beragama Kristen Bundha |
30
|
|
10.
|
Jumlah Keluarga Miskin |
6130
|
Sumber : Potensi Desa, Tahun 2007
- 2. Peta KK Miskin Kelurahan Pondok Rajeg
Sebagaimana telah dikemukakan di bagian awal, di Kelurahan Pondok Rajeg terdapat 9 kompleks perumahan yang penduduknya umumnya memiliki mata pencaharian tetap dengan upah rata-rata di atas upah minimum. Sementara itu cukup banyak penduduk asli yang tinggal di luar kompleks perumahan tidak memiliki mata pencaharian tetap sehingga tidak memiliki penghasilan tetap. Di wilayah-wilayah itulah umumnya terdapat kantong-kantong kemiskinan.
2.4 KONDISI EKONOMI
Mata pencaharian penduduk Kelurahan Pondok Rajeg terutama adalah buruh tani (lahan kering, terutama untuk pertanian tanaman hias), dan buruh. Selain itu juga cukup banyak karyawan swasta (terutama penduduk yang tinggal di perumahan), PNS dan wiraswasta (terutama pedagang) dll.
Selain penduduk yang memiliki mata pencaharian tetap, saat ini juga banyak penduduk (laki-laki) usia produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap (serabutan) atau menganggur. Kelompok ini biasanya akan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan jangka pendek misalnya menjadi buruh bangunan atau bertani tanaman hias di lahan yang sangat sempit di sekitar tempat tinggalnya. Sementara itu perempuan dalam keluarga tersebut menjadi buruh makloon perusahaan garmen dan mengerjakan pemasangan monte (nge-bidding). Kelompok inilah yang biasanya masuk dalam kategori KK miskin.
Tabel 2.3
Sektor Ekonomi yang Terdapat di Kelurahan Pondok Rajeg
|
No
|
Penduduk
|
Jumlah (unit)
|
|
1.
|
Industri Menengah / kecil |
2 Unit
|
|
2.
|
Industri rumahan/ makloon |
4 Unit
|
|
5.
|
Koperasi |
1 Unit
|
|
6.
|
Warung, Kios atau Toko |
141 Unit
|
|
7.
|
Kelompok Simpan Pinjam |
1 Unit
|
|
9.
|
Produk Hasil Unggulan Tingkat Desa |
Ikan, Bambu
|
|
10.
|
Usaha Produktif Mayoritas KK Miskin |
Berkebun
|
Sumber : Potensi Desa, Tahun 2007
2.5 KONDISI SOSIAL
a. Pendidikan
Kondisi umum pendidikan di Kelurahan Pondok Rajeg saat ini masih sangat memprihatinkan dan terdapat kesenjangan antara penduduk pendatang (yang tinggal di perumahan) dan penduduk asli. Meskipun hingga saat ini belum ada angka yang pasti, tetapi dengan melihat jenis-jenis pekerjaannya, dapat diduga bahwa penduduk pendatang usia produktif (18 th – 55 tahun) umumnya memiliki latar belakang pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (S1), sementara penduduk asli dalam kategori yang sama didominasi oleh kelompok yang tidak tamat pendidikan dasar (SMP).
Tabel 2.4
Jumlah Gedung Sekolah di Kelurahan Pondok rajeg
|
No
|
Tingkat Pendidikan
|
Jumlah
|
|
1
|
Jumlah Sekolah PAUD |
4 Buah
|
|
2
|
Jumlah Sekolah TK |
3 Buah
|
|
3
|
Jumlah Sekolah SD/MD |
6 Buah
|
|
4
|
Jumlah Sekolah SMP/ Tsanawiyah |
2 Buah
|
|
5
|
Jumlah Sekolah SMA / SMK |
1 Buah
|
|
6
|
Jumlah Perguruan Tinggi |
-
|
|
7
|
Jumlah Bangunan Pesantren |
2 buah
|
Sumber : Potensi Desa, Tahun 2007
b. Kesehatan
Masalah kesehatan yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg yaitu balita kurang gizi, kehamilan bermasalah,serta kesulitan mengakses sarana kesehatan (Puskesmas) yang terletak diluar Kelurahan Pondok Rajeg.
Tabel 2.5
Kondisi Kesehatan Masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg
|
No
|
Kondisi Kesehatan
|
Jumlah
|
|
1.
|
Angka Harapan Hidup |
0
|
|
2.
|
Jumlah Dokter (praktek pribadi) |
4 Orang
|
|
3.
|
Jumlah Bidan |
2 Orang
|
|
4.
|
Jumlah Paraji |
4 Orang
|
|
5.
|
Angka Kematian Bayi |
Tidak ada
|
|
6.
|
Angka Kematian Ibu |
Tidak ada
|
|
7.
|
Jumlah Rumah Sakit |
Tidak ada
|
|
8.
|
Jumlah Puskesmas |
Tidak ada
|
|
9.
|
Jumlah Klinik Kesehatan |
1 Unit
|
|
10.
|
Jumlah Posyandu |
12 Buah
|
Sumber : Potensi Desa, Tahun 2007
c. Ketenagakerjaan
Kondisi ketenagakerjaan di Kelurahan Pondok Rajeg memang masih sangat memprihatinkan. Sebagaimana diuraikan sebelumnya, jumlah penduduk usia produktif yang saat ini tidak bekerja atau bekerja serabutan sangat tinggi sehingga berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan.
Tingginya angka pengangguran dan jumlah penduduk yang bekerja serabutan itu selain karena tingkat pendidikan mereka rendah juga karena adanya kecenderungan untuk memilih bekerja di lingkungan sekitar desa dengan upah yang lebih rendah daripada bekerja di luar daerah meskipun dengan upah yang lebih tinggi. Dengan kata lain, di Kelurahan Pondok Rajeg tidak ada tradisi bermigrasi (terutama berupa urbanisasi) yang bertujuan untuk bekerja.
Saat ini jumlah penduduk dewasa produktif atau yang bekerja adalah 2985 dan jumlah penduduk yang tidak produktif atau pengangguran adalah 4000 orang. Adapun program pembangunan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg meliputi: Pembinaan wira usaha baru, pembinaan tenaga kerja mandiri terdidik, padat karya dan pengembangan system informasi ketenagakerjaan.
2.6 KONDISI SARANA DAN PRASARANA
Kondisi sarana dan prasarana yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg dapat ditinjau dari beberapa aspek diantaranya:
a. Prasarana dan Sarana Ekonomi
Kondisi prasarana dan sarana ekonomi yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg saat ini sudah ada sedikit kemajuan seperti banyaknya ruko-ruko yang berdiri yang digunakan untuk prasarana dan sarana berbagai jenis usaha dan berdirinya beberapa sentra kerajinan rumah tangga.
b Prasarana dan Sarana Tranportasi dan Perhubungan
Sarana tranportasi Kelurahan Pondok Rajeg pada umumnya sudah cukup baik dan memadai karena posisi Kelurahan Pondok Rajeg yang cukup trategis. Selain ojek, pilihan sarana transportasi yang dapat digunakan oleh masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg dan sekitarnya adalah angkutan perkotaan (angkot) dengan trayek Kampung Sawah – Cibinong pp yang melintasi Kelurahan Pondok Rajeg dan beroperasi antara pk 02.00 – 21.00
Sedangkan untuk prasarana perhubungan (jalan) yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg jalan utama (Jalan Kabupaten) dalam kondisi bagus. Tetapi jalan setapak masih banyak yang belum diperkeras (semen) sehingga saat hujan sangat becek/ licin dan kurang mendukung pengembangan ekonomi produktif (pedagang keliling atau buruh yang hendak pergi-pulang bekerja).
c. Prasarana dan Sarana Air Bersih
Dalam hal penggunaan prasarana dan sarana air bersih, masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg lebih banyak menggunakan air bersih yang disediakan alam seperti sumber mata air alam, sumur resapan, dan air tadah hujan.
d. Prasarana dan Sarana Sanitasi (MCK)
Prasarana dan sarana sanitasi yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg masih belum merata. Di perumahan, sebagian besar masyarakat memang sudah memiliki/ menikmati sarana sanitasi yang cukup baik, namun di diluar perumahan masih cukup banyak KK yang belum memiliki sarana sanitasi yang baik. Karena itu dibutuhkan pembangunan sarana sanitasi untuk menggantikan prasarana dan sarana sanitasi yang kurang memadai, agar tarap sanitasi yang baik di lingkungan Kelurahan Pondok Rajeg bisa lebih merata.
e. Prasarana dan Sarana Energi
Kebutuhan terhadap energi di Kelurahan Pondok Rajeg dirasa cukup besar terutama kebutuhan energi listrik untuk penerangan dan kebutuhan energi rumah tangga. Di Kelurahan Pondok Rajeg prasarana dan sarana untuk energi listrik sudah cukup baik, meskipun beberapa KK belum bisa menikmati listrik karena tidak mampu membayar biasa pemasangan instalasi listrik. Untuk energi rumah tangga, selain gas, masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg sebagian besar menggunakan energi minyak tanah dan sebagian ada yang masih menggunakan kayu bakar.
f. Prasarana dan Sarana Pertanian, perkebunan dan peternakan
Prasarana dan sarana pertanian seperti distribusi pupuk, bantuan alat-alat pertanian, penyuluhan atau pelatihan tentang pertanian, perkebunan ataupun tentang peternakan, di Kelurahan Pondok Rajeg kurang diperhatikan dan yang penting adalah prasarana dan sarana pengairan atau irigasi yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg saat ini dirasa kurang memadai sedangkan letak geografis Desa Kalisuren berada di wilayah pedesaan yang kawasannya masih banyak tanah atau lahan perkebunan dan pertaniannya.
2.7 KONDISI SOSIAL BUDAYA
Letak Kelurahan Pondok Rajeg yang dekat dengan kota Depok, Jakarta dan serta banyaknya pendatang mengakibatkan kondisi sosial budaya penduduk Kelurahan Pondok Rajeg berbaur antara sosial budaya asli yaitu Betawi dengan pendatang yang berasal dari berbagai daerah. Dengan demikian maka karakter masyarakatnya juga lebih urban dan persoalan yang dihadapi juga lebih kompleks.
2.8 KONDISI KEMISKINAN
Kondisi kemiskinan di Kelurahan Pondok Rajeg harus dilihat dari beberapa sisi permasalahan atau aspek kehidupan yang ada dilingkungan masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg seperti kondisi fisik lingkungan yang sudah rusak, kondisi ekonomi yang lemah, tingkat pendidikan dan kesehatan balita dan ibu melahirkan yang rendah, serta kondisi sosial budaya masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg yang begitu komplek.
2.9 RUMUSAN KRITERIA KEMISKINAN
Focussed Group Discussion (FGD) Refleksi kemiskinan di Kelurahan Pondok Rajeg merupakan langkah yang strategis untuk membangun kesadaran kritis masyarakat mengenai kemiskinan dalam kaitannya dengan pola perilaku dan pola pikir sehari-hari masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg serta mendorong keterlibatan masyarakat miskin dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg.
Pelaksanaan FGD Refleksi kemiskinan di Kelurahan Pondok Rajeg pada hakekatnya berupaya untuk mencari akar masalah kemiskinan sekaligus mengidentifikasi masalah kemiskinan yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg berdasarkan persepsi dan aspirasi dari masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg.
Berdasarkan hasil Refleksi Kemiskinan Tingkat Kelurahan, didapat kriteria kemiskinan di Kelurahan Pondok Rajeg sbb :
- Memiliki Rumah tidak layak huni :
- Tidak ada penerangan listrik dan atau listrik numpang
- Lantai tanah dan atau ubin plester
- Tidak memiliki WC atau WC di luar
- Dinding bilik atau semi permanen
- Memiliki penghasilan di bawah Rp. 500.000/bulan dan atau penghasilan tidak tetap
- Tidak memiliki pekerjaan (pengangguran)/ pekerjaan tidak tetap/ pekerjaan tetap tetapi penghasilan minim.
Jenis pekerjaan : buruh, kuli bangunan dll
- Jumlah tanggungan lebih dari 4 orang (termasuk anak, istri, mertua dll)
- Memiliki anak dengan gizi buruk
- Memiliki anak putus sekolah minimal sampai SMU
- Sakit-sakitan atau sakit menahun dan tidak mampu kedokter
- Cacat sehingga tidak mampu bekerja
- Janda tua tidak ada yang menanggung
2.10 PENYEBAB KEMISKINAN DI KELURAHAN PONDOK RAJEG
Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya masalah kemiskinan di Kelurahan Pondok Rajeg dapat ditinjau dari beberapa aspek diantaranya:
Rendahnya pendapatan masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg yang sebagian besar adalah buruh kasar serabutan dan petani penggarap yang dari segi pendapatan tergolong rendah, serta kualitas dan produktifitas masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg yang rendah dibuktikan dengan masih banyaknya pengangguran.
Masih rendahnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana dasar lingkungan umum yang dimiliki oleh masyarakat seperti jalan setapak yang kondisinya rusak dan masih tanah yang apabila hujan turun menjadi becek dan licin, kondisi rumah tinggal yang tidak layak huni yang berada dalam lingkungan yang kumuh,
Masih ada anak yatim piatu dan jompo warga miskin yang terlantar,
Masih rendahnya tingkat kesehatan masyarakat karena kondisi yang serba kumuh dan serba kekurangan yang ditandai dengan adanya kasus-kasus kurang gizi dan kematian pada balita, ibu hamil bermasalah dan kesulitan untuk mengakses sarana kesehatan karena jaraknya yang relatif jauh.
Masih rendahnya tingkat pendidikan khususnya warga miskin dan banyaknya warga usia produktif yang tidak tamat pendidikan dasar dan anak yang putus sekolah yang berakibat pada menurunnya mutu generasi mendatang.
Selain itu, kemiskinan yang ada juga diakibatkan oleh faktor-faktor struktural seperti faktor kebijakan pemerintah yang masih kurang tepat sasaran dalam menanggulangi kemiskinan. Selama ini warga tidak pernah dilibatkan dan hanya sebatas menerima bantuan tanpa dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring program sehingga tujuan penanggulangan kemiskinan belum tercapai.
2.11 DAMPAK KEMISKINAN
Kemiskinan yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg merupakan persoalan yang begitu komplek dengan dampak yang begitu luas di berbagai aspek kehidupan diantaranya:
- a. Dampak Primer
Dengan rendahnya pendapatan atau rendahnya daya beli masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg, sulitnya lapangan kerja sehingga mengakibatkan meningkatnya angka pencari kerja atau pengangguran, kenaikan harga kebutuhan bahan-bahan pokok serta naiknya biaya pelayanan sosial, ini semua merupakan hal dasar yang mengakibatkan kemiskinan di Kelurahan Pondok Rajeg
- b. Dampak Sekunder
Adanya perubahan pola atau kebutuhan hidup mendasar dalam keluarga dan masyarakat miskin di Kelurahan Pondok Rajeg dihadapkan pada persoalan adanya PHK sehingga tidak sedikit masyarakat pindah pekerjaan dari sektor formal ke sektor informal serta adanya perpindahan penduduk dari luar Kelurahan Pondok Rajeg.
- c. Dampak Tersier
Salah satu dampak kemiskinan yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg adalah dampak tersier yang merupakan turunan dari berbagai kondisi buruk sehingga mewujudkan keresahan sosial yang terus meningkat yang terjadi di ruang lingkup keluarga, kelompok, maupun masyarakat luas.
2.12 SASARAN PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Beberapa sasaran yang ingin dituju atau dicapai oleh masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg dalam program penanggulangan kemiskinan berdasarkan beberapa aspek persoalan kemiskinan yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg adalah sebagai berikut:
¨ Hubungan dengan aspek lingkungan. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk menanggulangi persoalan yang terjadi diantaranya dengan melakukan berbagai kegiatan dan pembangunan prasarana dan sarana umum yang rusak seperti perbaikan jalan setapak, MCK, saluran air, pengelolaan sampah dan rehabilitasi rumah yang tidak layak huni, dll.
¨ Hubungan dengan aspek ekonomi. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk menanggulangi persoalan yang terjadi adalah pemberian pinjaman dana bergulir untuk berbagai jenis bidang usaha ekonomi produktif yang berskala kecil.
¨ Hubungan dengan aspek sosial. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk menanggulangi persoalan yang terjadi adalah memberikan santunan sosial berupa santunan tunai dan sembako murah, peningkatan kesehatan dll.
¨ Hubungan dengan aspek pendidikan. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk menanggulangi persoalan yang terjadi diantaranya menjadi pemberian beasiswa dll.
¨ Hubungan dengan aspek pengembangan sumber daya manusia. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk menanggulangi persoalan yang terjadi adalah melaksanakan berbagai kegiatan pelatihan keterampilan, dll.
2.13 KONDISI KEMISKINAN DARI ASPEK EKONOMI
Masyarakat miskin yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg menghadapi persoalan berat dengan rendahnya tingkat pendapatan dan disisi lain terjadi meningkatan harga-harga kebutuhan pokok, selain itu masyarakat miskin yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg dihadapkan pada persoalan adanya PHK, sulitnya lapangan kerja yang mengakibatkan banyaknya angka pengangguran, dll.
Namun hal yang mendasar adalah persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Kelurahan Pondok Rajeg yang bergerak dalam usaha ekonomi kecil produktif adalah rendahnya SDM masyarakat miskin, sulitnya pemasaran dan sulitnya mendapat akses permodalan bagi masyarakat miskin.
2.14 KONDISI KEMISKINAN DARI ASPEK SOSIAL
Beberapa kondisi kemiskinan yang ada di Kelurahan Pondok Rajeg dilihat dari aspek sosial, dapat dilihat dari masih rendahnya semangat untuk senantiasa berpartisipasi dalam berbagai aktifitas kegiatan membangunan wilayah, masih adanya warga miskin jompo yang terlantar, dll.
[1] Perkiraan dari Jumlah Penduduk Dewasa yang Memiliki Hak Pilih pada Pilkada Kab. Bogor